Inovasi Energi Hijau dan Pakan Mandiri UMM Bangkitkan Kemandirian Pembudidaya Ikan di Parangargo Malang
![]() |
| Tim pengabdi dosen UMM bersama pembudidaya ikan Desa Parangargo menunjukkan kerjasama kemitraan inovasi energi dan pakan ternak mandiri. |
MALANG — Upaya mewujudkan
kemandirian pangan serta keberlanjutan energi di tingkat desa terus dipacu
secara berkesinambungan oleh akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (Ruang Lingkup Pemberdayaan
Kemitraan Masyarakat) yang didanai secara resmi oleh Direktorat Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan,
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemenditisaintek), tim
pengabdi UMM sukses mengimplementasikan inovasi teknologi Recirculating
Aquaculture System (RAS) berbasis Solar Cell serta diseminasi
pembuatan pakan mandiri di Desa Parangargo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Penyerahan alat pembuat pakan ikan dari tim pengabdi dosen UMM kepada pembudidaya ikan Desa Parangargo.
Program pengabdian masyarakat tahun ke-3
ini diketuai langsung oleh Prof. Dr. Yus Mochamad Cholily, M.Si, dengan
memperkuat sinergi interdisipliner bersama tim pakar: Dr. Machmud Effendy, ST,
M.Eng, Rindya Fery Indrawan, S.Pi., MP, serta Subairi, ST., MT., IPM. Langkah
teknologis ini terbukti sangat efektif dalam menjawab tantangan mendasar
pembudidaya ikan air tawar, terutama mengenai tingginya harga pakan komersial
pabrikan dan tingginya ketergantungan pada daya listrik PLN.
"Biaya pakan biasanya menyerap 60
hingga 70 persen total operasional budidaya. Melalui penerapan sistem kolam
sirkulasi bertenaga surya dan pemanfaatan pakan mandiri berprotein 30%–32%
berbasis bahan lokal, pengeluaran pakan berhasil ditekan hingga 40%–50%
sekaligus menghemat biaya listrik operasional kolam secara signifikan,"
tegas Prof. Yus Mochamad Cholily.

Penyerahan solar panel dari tim pengabdi dosen UMM kepada pembudidaya ikan Desa Parangargo, Wagir, Kabupaten Malang.
Program pemberdayaan komprehensif ini
menaungi dua mitra utama di Desa Parangargo, yaitu Kelompok Budidaya Ikan
"Minaargo" dan Kelompok Pakan "Maaton". Selain mendongkrak
produktivitas dan angka kelangsungan hidup (Survival Rate) ikan hingga
70%–80%, program pengabdian masyarakat ini juga sukses memperkuat hilirisasi
berbagai produk olahan ikan (fillet, bakso, nugget, dan abon) yang dipasarkan
secara digital demi memperluas jangkauan pasar lokal.

Tim pengabdi dosen UMM ketika menjelaskan Inovasi Energi Hijau dan Pakan Mandiri kepada pembudidaya ikan Desa Parangargo, Wagir, Kabupaten Malang.
Pj. Kepala Desa Parangargo, Puji Harianto, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas komitmen Kemenditisaintek dan UMM. Menurutnya, kolaborasi ini membawa dampak positif nyata terhadap kemandirian ekonomi, keberlanjutan energi hijau, serta kesejahteraan pembudidaya di Desa Parangargo. (tim pengabdi dosen umm)

Komentar
Posting Komentar