Mahasiswa KKN 166 UMM Latih Peternak Sapi Maduarjo Olah Limbah Jadi Pupuk-Digital Marketing
![]() |
| Mahasiswa KKN 166 UMM ketika menunjukkan limbah sapi yang dijadikan pupuk organik. |
Desa Maduarjo, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 166 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2026 menginisiasi program pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik yang memiliki nilai manfaat dan potensi ekonomi. Program ini dilaksanakan sebagai upaya memanfaatkan limbah peternakan yang berasal dari aktivitas peternakan sapi di sekitar Desa Maduarjo, termasuk limbah kotoran sapi dari PT Greenfields.
Selama ini, kotoran sapi yang
dihasilkan dalam jumlah cukup besar berpotensi menimbulkan permasalahan
lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Penumpukan limbah dapat
menimbulkan bau tidak sedap serta mengganggu kebersihan lingkungan. Melihat
kondisi tersebut, mahasiswa KKN 166 UMM berinisiatif memberikan edukasi dan
pendampingan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi
produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.
![]() |
| Tumpukan limbah sapi yang diaolah jadi pupuk oleh mahasiswa KKN 166 UMM. |
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik
Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat
mengenai potensi pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan dasar pupuk organik.
Mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan limbah
peternakan sekaligus memperkenalkan proses pengolahan yang dapat dilakukan
secara sederhana dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan
pendampingan mulai dari persiapan bahan, proses fermentasi menggunakan bahan
aktivator seperti EM4, pencampuran dengan bahan pendukung seperti sekam dan
kapur, hingga proses pengeringan dan pengemasan. Tahapan tersebut dilakukan
agar kotoran sapi yang sebelumnya menjadi limbah dapat diolah menjadi pupuk
organik yang lebih mudah digunakan dan memiliki potensi untuk dipasarkan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mengetahui cara
mengolah kotoran sapi menjadi pupuk, tetapi juga memahami bahwa limbah tersebut
memiliki potensi ekonomi apabila dikelola dengan baik.”
Pupuk organik yang dihasilkan memiliki beberapa
keunggulan, antara lain memanfaatkan bahan organik yang tersedia di sekitar
lingkungan, membantu meningkatkan kualitas dan struktur tanah, serta berpotensi
mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk kimia. Selain itu,
pemanfaatan kotoran sapi sebagai bahan pupuk turut membantu mengurangi
permasalahan limbah peternakan.
Masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut karena
memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah yang sebelumnya belum
dimanfaatkan secara maksimal. Melalui pengolahan tersebut, kotoran sapi yang
semula hanya dianggap sebagai limbah dapat memiliki fungsi yang lebih
bermanfaat bagi kegiatan pertanian sekaligus berpotensi menjadi produk bernilai
jual.

Website https://pupukmaduarjo166.netlify.app hasil pendampingan mahasiswa KKN 166 UMM kepada warga Dusun Maduarjo, Nagjum.
Pendampingan Berkelanjutan bagi
Masyarakat
Program KKN 166 UMM tidak hanya
berfokus pada pelatihan pembuatan pupuk, tetapi juga memberikan pendampingan
agar masyarakat dapat memahami proses pengolahan secara mandiri. Pendampingan
dilakukan melalui evaluasi proses pembuatan pupuk, pengenalan pengemasan
produk, serta pemberian pengetahuan dasar mengenai pemasaran.
Pengemasan menjadi salah satu
perhatian penting karena tampilan produk dapat memengaruhi daya tarik calon
konsumen. Oleh karena itu, mahasiswa turut mendorong masyarakat untuk
memperhatikan kebersihan, kualitas, identitas produk, dan informasi yang dicantumkan
pada kemasan.
Melalui pendampingan tersebut,
masyarakat diharapkan tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi mampu
mengembangkan pupuk organik sebagai salah satu produk yang dapat dimanfaatkan
secara berkelanjutan.
Pengembangan Website sebagai Media
Promosi dan Informasi
Sebagai bagian dari pengembangan
potensi masyarakat dan digitalisasi desa, mahasiswa KKN 166 UMM juga
mengembangkan sebuah website khusus yang memuat informasi mengenai pupuk
organik hasil pengolahan limbah kotoran sapi.
Website tersebut dirancang sebagai
media informasi dan promosi yang dapat menampilkan profil produk, manfaat pupuk
organik, proses pengolahan, dokumentasi kegiatan, serta informasi kontak yang
dapat digunakan oleh calon pembeli untuk memperoleh informasi lebih lanjut.
Selain memperkenalkan produk pupuk
organik, website juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan potensi Desa
Maduarjo secara lebih luas. Dengan adanya media digital, informasi mengenai
kegiatan masyarakat dan produk yang dihasilkan dapat diakses dengan lebih mudah
oleh masyarakat di luar desa.
“Website ini diharapkan menjadi
jembatan antara masyarakat sebagai penghasil produk dengan calon pembeli.
Selain itu, website juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan potensi Desa
Maduarjo kepada masyarakat yang lebih luas.”
Pengembangan website menjadi salah
satu bentuk pemanfaatan teknologi dalam mendukung pemasaran produk masyarakat.
Ke depannya, website tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan dikelola
secara mandiri sehingga tidak hanya aktif selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat
memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Mahasiswa KKN 166 UMM foto bersama unsur desa dan tokoh masyarakat Maduarjo.
Mengubah Limbah Menjadi Potensi Ekonomi
Pengolahan kotoran sapi menjadi
pupuk organik menunjukkan bahwa limbah peternakan sebenarnya memiliki potensi
yang dapat dikembangkan. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah yang sebelumnya
berpotensi menjadi permasalahan lingkungan dapat diubah menjadi produk yang
bermanfaat bagi sektor pertanian.
Program ini juga menjadi langkah
awal dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ekonomi sirkular,
yaitu memanfaatkan kembali sumber daya yang tersedia sehingga memiliki nilai
guna dan nilai ekonomi.
Melalui kombinasi antara pengolahan
limbah, pendampingan masyarakat, pengemasan produk, dan pemasaran melalui media
digital, mahasiswa KKN 166 UMM berupaya mendorong terciptanya kegiatan yang
tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi
bagi masyarakat Desa Maduarjo.
Harapan
ke Depan
Melalui
program pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik dan pengembangan
website sebagai media promosi, mahasiswa KKN 166 UMM berharap masyarakat Desa
Maduarjo dapat memperoleh manfaat dari sumber daya yang selama ini belum
dimanfaatkan secara maksimal.
Program
tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan setelah masa pelaksanaan KKN
berakhir. Masyarakat diharapkan mampu melanjutkan proses produksi, meningkatkan
kualitas dan kemasan produk, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana
promosi.
Selain
memberikan manfaat ekonomi, pemanfaatan limbah kotoran sapi juga diharapkan
dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan mendukung praktik
pertanian yang lebih berkelanjutan.
Dengan
adanya kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan berbagai pihak terkait,
Desa Maduarjo memiliki peluang untuk mengembangkan potensi lokal menjadi produk
yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi. Program ini menjadi salah
satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN 166 UMM dalam mendukung pemberdayaan
masyarakat dan pemanfaatan teknologi untuk pembangunan desa.
Nama Mahasiswa KKN Kelompok 166 UMM: Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Akhis Sholeh Ismail, S.Pt. Mahasiswa: Fikri Pratama Dimas Ardiansyah, Fetrisia Adinda Delo, Olivia Andini, Ajazeira Qurien Indra, Rahmah Khadijah, Denisa Olivia Gozali, Muhammad Aditya Ramadhan, Muhammad Gatot Prasetia.
Berikutnya Anvayra Hamidatul Hana, Sekar Ayu Ramadhani, Rosyiid Raga Wiyana, Haichal Agus Arifin, Baiq Rasty Fitrahul Padila, Vischa Pramunia Wardhani, Amanda Herlina Putri, Muhammad Fahmi Rosadi, Chintya Zahra Tsabita, Iven Dianova, Maryam Azhar Azzahra, Keyzha Az Zahra.
Selain itu juga ada nama Muhammad Razzan Azzamy Sauqi, Achmad Zaky Novian, Khairi Naufal As Sariy, Naila Amalia Putri Amarullah, Ahmad Fahmi Taufiqur Rokhman, Stevino Anugra Ekalaya, Nayla Arraya Mauladya, Novia Pramesti Rifa Elvina, dan Gizza Melanie Putri Ramadhani. (mahasiswa kkn 166 umm)


Komentar
Posting Komentar