Mahasiswa KKN Program Berdampak UMM Dorong Branding dan Digitalisasi UMKM di Desa Mulyoagung Kabupaten Bojonegoro

Mahasiswa KKN Berdampak 197 UMM ketika pendampingan pelaku usaha di Mulyoagung dengan menyerahkan digital pembayaran QRIS.
BOJONEGORO — Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, memiliki potensi ekonomi masyarakat yang cukup beragam. Berbagai usaha makanan, minuman, hingga usaha rumahan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Potensi
tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program BerdampakUniversitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk melakukan pendampingan kepada
pelaku UMKM, khususnya dalam menghadapi perkembangan pemasaran dan teknologi
digital.
Pendampingan
tersebut berawal dari observasi dan wawancara secara langsung dengan sejumlah
pelaku usaha. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa menemukan bahwa masih terdapat
pelaku UMKM yang belum memiliki
identitas usaha yang kuat serta belum memanfaatkan teknologi
digital secara optimal.
Beberapa
usaha belum memiliki logo maupun banner sebagai identitas, sementara keberadaan
usaha di platform digital seperti Google Maps dan penggunaan pembayaran melalui
QRIS juga masih belum banyak diterapkan. Dalam pemasaran, sebagian pelaku usaha
masih mengandalkan pelanggan di sekitar lingkungan dan promosi dari mulut ke
mulut.
Melihat
kondisi tersebut, kelompok mahasiswa KKN Program Berdampak Kelompok 197 UMM
kemudian melakukan pendampingan branding dan digitalisasi yang disesuaikan
dengan kebutuhan masing-masing usaha. Proses pendampingan dilakukan dengan
melibatkan pelaku UMKM secara langsung, mulai dari menggali karakteristik
usaha, menentukan identitas yang sesuai, hingga membantu menerapkan berbagai
fasilitas digital.
Logo
dibuat sebagai ciri khas agar usaha lebih mudah dikenali, kemudian dikembangkan
melalui pembuatan banner yang memuat identitas dan informasi usaha. Selain itu,
mahasiswa juga mendampingi pelaku usaha dalam pembuatan QRIS sebagai alternatif
pembayaran digital serta membantu mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps agar
lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.
Pemanfaatan
teknologi juga diperluas melalui pendampingan media sosial sebagai sarana
pemasaran. Pelaku usaha diberikan pemahaman mengenai cara memperkenalkan produk
melalui konten sederhana, mulai dari mengambil foto produk, menuliskan
informasi mengenai produk, hingga mengunggahnya ke media sosial.

Mahasiswa KKN Berdampak 197 UMM ketika pendampingan pelaku usaha sekaligus penyerahan branding berupa banner sebagai identitas usaha.
Pendampingan
ini dilakukan agar pelaku UMKM tidak hanya menerima hasil jadi, tetapi juga
memahami cara menggunakan fasilitas digital tersebut secara mandiri setelah
kegiatan selesai.
Salah
satu pelaku usaha yang mendapatkan pendampingan adalah Ibu Ira. Setelah lokasi
usahanya didaftarkan ke Google Maps, ia merasakan kemudahan ketika pelanggan
ingin menemukan tempat usahanya. “Setelah
usaha saya terdaftar di Google Maps, usaha saya menjadi lebih mudah ditemukan
oleh pelanggan. Orang yang sebelumnya tidak tahu lokasi usaha saya sekarang
bisa langsung mencari melalui Google Maps.” ujar Ibu Ira.
![]() |
| Mahasiswa KKN Berdampak 197 UMM juga pendampingan pelaku usaha dengan memasukkan usahanya dalam google maps. |
Hasil
pendampingan tersebut terlihat dari mulai terbentuknya identitas usaha yang
sebelumnya belum tersedia serta hadirnya berbagai fasilitas digital yang dapat
menunjang aktivitas usaha.
Logo
dan banner memberikan ciri khas yang lebih jelas, QRIS memberikan pilihan
pembayaran yang lebih praktis, sedangkan Google Maps membantu konsumen
menemukan lokasi usaha. Di sisi lain, pemanfaatan media
sosial
membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada
masyarakat yang lebih luas.
Bagi
mahasiswa KKN Program Berdampak Kelompok 197 UMM, kegiatan tersebut menjadi
salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung pengembangan potensi ekonomi
masyarakat Desa Mulyoagung. Pendampingan tidak hanya diarahkan untuk
menghasilkan identitas visual maupun fasilitas digital,
tetapi juga membangun pemahaman pelaku usaha agar dapat memanfaatkannya
secara berkelanjutan.
Dengan
memadukan potensi produk lokal dan pemanfaatan teknologi digital, UMKM di Desa
Mulyoagung diharapkan semakin mudah dikenali, memiliki jangkauan pemasaran yang
lebih luas, serta mampu beradaptasi dengan perubahan kebiasaan konsumen di era
digital. (penulis tim mahasiswa kkn berdampak kelompok 197 umm)
Sekedar
diketahui Mahasiswa KKN Berdampak Kelompok 197 UMM ini di bawah arahan
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) : Arif Prasetyo Wibowo S.Pd., M.Pd., M.I.Pol,
dengan anggota mahasiswa atas nama Suwenda Nanda Septianto,
Salehuddin Ayub, Dini
Alya Putri Febrianti, Naila Ziva Azzahra, Nadila Aliza, Anastasya Salisa
El Sany, Elita Rachma, Cloudio Dela Vega Anggoro Suwandi,
Rifa Arjuna Zakaria,
Muhammad Nur Rohman,
Luki Khoirun Nizar, Lintang Aulia Putri, Mesyi Pramaishela Harliafitri, Muhammad Cahya Rezal Hasyim,
Khosyatu Yadina, Amanda Rezky Amalia, Mohammad Fathir Khoir, Fenita Putri Winata, Dion Sasmita, Aulia Anasti, Qais Veda Rafferty, Iszra Nadia Nursenda, Taufan Bangkit
Dewangga, Veren Mytha Cahaya, Hanina Farah Ramadhani, dan Rahmanita. (*)

Komentar
Posting Komentar