Mendukung Sukorejo dalam BIA, KKN UMM Hadirkan Papan Informasi Berbasis QR

 

Proses kegiatan pembuatan hingga pemasangan papan informasi Desa Sukorejo oleh mahasiswa KKN UMM. 


BOJONEGORO — Desa Sukorejo bersama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program KKN Berdampak periode Juli–Agustus mengembangkan inovasi berbasis teknologi digital sebagai upaya memperkenalkan potensi desa, mulai dari sejarah, objek penting, hingga UMKM lokal. Inovasi tersebut juga diharapkan dapat diikutsertakan dalam Bojonegoro Innovation Award (BIA), ajang tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk mendorong kreativitas dan inovasi di tingkat daerah.

Salah satu bentuk inovasi yang dikembangkan adalah papan informasi yang dilengkapi QR Code. Papan tersebut dirancang sebagai media informasi bagi masyarakat maupun pengunjung yang ingin mengenal lebih jauh potensi dan sejarah Desa Sukorejo. Melalui QR Code, informasi yang tercantum pada papan dapat diakses secara digital sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi secara lebih luas.

"Ya, harapan saya, program kerja dari KKN UMM ini dapat diikutsertakan dalam BIA," ujar Meyke Lelyanasari, S.Pd., selaku Kepala Desa Sukorejo.

Dalam proses pembuatannya, papan informasi tersebut membutuhkan waktu hampir dua minggu. Pengerjaan dilakukan oleh mahasiswa KKN dengan melibatkan kerja sama bersama Pemerintah Desa Sukorejo. Proses tersebut mencakup penyusunan informasi, penentuan konten, hingga penyesuaian lokasi pemasangan.

"Papan itu nanti memuat seperti sejarah Eyang Singonoyo, titik penting desa dan beberapa pendukung lainnya," terangnya.

Salah satu informasi utama yang ditampilkan adalah sejarah Eyang Singonoyo, tokoh yang dikenal memiliki peran dalam penyebaran agama Islam sekaligus menjadi bagian dari sejarah dan leluhur Desa Sukorejo. Selain itu, papan informasi juga memuat sejumlah objek penting desa serta informasi mengenai UMKM sebagai salah satu potensi ekonomi masyarakat setempat.

Pemanfaatan QR Code menjadi salah satu upaya untuk menghubungkan informasi pada papan dengan media digital. Dengan demikian, masyarakat maupun pengunjung tidak hanya memperoleh informasi secara singkat melalui papan, tetapi juga dapat mengakses informasi tambahan secara digital.

Penempatan papan informasi dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi yang memiliki potensi sebagai titik kunjungan masyarakat maupun wisatawan. Setelah melalui sejumlah pertimbangan bersama pihak desa, ditetapkan tiga lokasi pemasangan, yakni Balai Desa Sukorejo, pusat perbelanjaan KDS, dan area makam Eyang Singonoyo.

"Lokasi pemasangan papan itu ada di Balai Desa, pusat perbelanjaan KDS, dan area makam Eyang Singonoyo," lanjutnya.

Keberadaan papan informasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga mampu memperkenalkan potensi Desa Sukorejo kepada masyarakat secara lebih luas. Informasi mengenai sejarah, lokasi penting, dan UMKM diharapkan dapat mendorong masyarakat maupun pengunjung untuk mengenal serta mengunjungi berbagai potensi yang dimiliki desa.

Kerja sama antara Desa Sukorejo dan KKN UMM ini diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pengembangan ekonomi lokal, khususnya melalui pengenalan UMKM dan potensi sektor meubel. Di sisi lain, inovasi tersebut juga diharapkan dapat membantu memperkenalkan kembali sejarah dan warisan leluhur Desa Sukorejo kepada masyarakat.

"Harapan saya, semoga program dari adik-adik KKN ini dapat meningkatkan kembali pendapatan desa, terutama pada sektor meubel," tutupnya. (tim mahasiswa kkn umm)

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Limbah Sapi Peternak Dusun Bakir Jadi POC, Program Inovatif Mahasiswa KKN MAs Kelompok 42 Tahun 2026

Pelatihan Kulit Kopi Berdaya : Pemanfaatan Kulit Kopi Sebagai Pakan Ternak Desa Simojayan oleh KKN 151 UMM

Solutif, Mahasiswa KKN Berdampak 166 UMM Implementasi CCTV di Dusun Maduarjo