PKM Dosen D4 Desain Grafis Unesa Bantu Tingkatkan Citra Kedaibilitas Surabaya

Tim PKM Dosen D4 Desain Grafis Unesa saat foto bersama di Kedaibilitas Surabaya.
SURABAYA - Tim dosen Program Studi D4 Desain Grafis Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui penguatan identitas visual Kedaibilitas Surabaya. Kegiatan bertajuk “Transformasi Identitas Visual dalam Membangun Kepercayaan Publik terhadap Komunitas Disabilitas Surabaya” ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan daya kenal, citra, dan konsistensi komunikasi visual Kedaibilitas sebagai UMKM kuliner inklusif.
Kegiatan tersebut diketuai Nova Kristiana, dengan
anggota tim dosen Arieviana Ayu Laksmi, Bayu Dwi Nurwicaksono, M.Pd., Hendro
Aryanto, Ita Nurlita, Indah Wulandari, Satria Wahyu Ananda dan Reifa
Ayuningtias.
Mitra dalam kegiatan ini adalah
Kedaibilitas Surabaya. Kedaibilitas merupakan usaha yang berdiri sejak 2019 dan
bergerak di bidang kuliner dengan menyediakan makanan dan minuman sehat,
bersih, berkualitas, serta tersertifikasi halal. Kedaibilitas juga menerapkan
lingkungan kerja inklusif dengan mengolaborasikan karyawan penyandang
disabilitas.
Berdasarkan hasil observasi, tim menemukan bahwa Kedaibilitas memiliki potensi
brand yang kuat, namun belum didukung oleh identitas visual yang
terstandarisasi. Logo yang digunakan sebelumnya belum sepenuhnya mampu
merepresentasikan karakter dan nilai Kedaibilitas sebagai usaha kuliner
inklusif. Selain itu, belum adanya panduan visual menyebabkan penggunaan warna,
tipografi, dan tata letak pada berbagai media belum konsisten. Kondisi serupa
juga terlihat pada media sosial, terutama Instagram, yang masih membutuhkan
penguatan dari sisi kualitas dan pengelolaan konten promosi.

Tim PKM Dosen D4 Desain Grafis Unesa berfoto dengan owner Kedaibilitas Surabaya.
Untuk menjawab permasalahan
tersebut, tim PKM melakukan observasi dan wawancara secara langsung dengan
pemilik Kedaibilitas, Bapak Andi Fuad Rachmadi, serta kru yang bekerja di
Kedaibilitas. Hasil
observasi kemudian dianalisis menggunakan metode Design Thinking dengan
pendekatan Double Diamond untuk merumuskan arah solusi
perancangan identitas visual dan media promosi.
Solusi yang dikembangkan meliputi perancangan ulang identitas visual
Kedaibilitas, penyusunan Graphic Standard Manual (GSM), serta
penerapan identitas visual pada berbagai media pendukung. GSM disusun
sebagai pedoman penggunaan logo, tipografi, warna, dan elemen visual agar
penerapan identitas Kedaibilitas dapat lebih konsisten pada berbagai media.
Identitas visual yang telah
dirancang kemudian diterapkan pada sejumlah branding kit, seperti
kartu nama, celemek atau apron, topi, dan name tag. Tim juga
mengembangkan template desain untuk media sosial Instagram dan katalog WhatsApp
sehingga mitra memiliki perangkat visual yang lebih terarah dalam melakukan
promosi. Seluruh hasil perancangan tersebut telah dipresentasikan dan
mendapatkan persetujuan dari pihak Kedaibilitas.
Melalui kegiatan ini, Kedaibilitas
diharapkan memiliki identitas visual yang lebih kuat dan konsisten sehingga
masyarakat dapat lebih mudah mengenali brand serta produk yang ditawarkan.
Penguatan identitas visual tersebut juga diharapkan dapat mendukung citra
Kedaibilitas sebagai usaha kuliner inklusif sekaligus memperkuat kepercayaan
publik terhadap produk dan usaha yang melibatkan penyandang disabilitas.
Program PKM ini menjadi salah satu bentuk kontribusi sivitas akademika Unesa dalam mendukung pengembangan UMKM melalui keilmuan desain grafis. Perancangan identitas visual dan media promosi yang dihasilkan diharapkan dapat dimanfaatkan Kedaibilitas sebagai aset komunikasi untuk mendukung keberlanjutan usaha dan memperluas jangkauan promosi di berbagai media. (tim pkm dosen D4 desain grafis unesa)
Komentar
Posting Komentar